Jumat, 07 Oktober 2011

RASIONALISME SPINOZA DAN LEIBNIZ


BPEMBAHASAN
1. .Spinoza
 Riowayat Hidup Baruch de Spinoza
            Baruch de Spinoza lahir di Amsterdam tanggal 24 November pada tahun 1632. Ayahnya seorang pedagang yang kaya raya. Dimasa kecilnya, dia sudah menunjukan kecerdasannya. Dia tidak hanya belajar matematika dan ilmu-ilmu alam saja , tetapi dia pun belajar berbagai bahasa diantaranya; Latin, Yunani, Belanda, Spanyol, Prancis, Yahudi, jerman dan Italia, pemikirannya banyak dipengaruhi Descartes. Dia mendiskusikan masalah-masalah agama secara terbuka dan gagasan-gagasannya begitu mengejutkan teman-teman dan para tokoh agama saat itu. Misalnya, dia berpendapat bahwa malaikat hanyalah fiksi atau imajinasi belaka dan bahwa Allah bersifat material. Pandangan-pandangan macam ini di abad-20 ini sudah banyak diterima secara ilmiah, tetapi dizaman Spinoza, gagasan-gagasannya betul-betul menggoyangkan kemapanan dogma agama, baik dikalangan Yahudi maupun Kristen.
            Pada tahun 1656 Spinoza dikucilkan dari sinagoga dan dalam keadaan terkucilkan, dia mencari nafkah dengan mengasah lensa sambil terus menulis pemikiran-pemikiran yang ada di dirinya. Di tahun 1673, dia diundang untuk mengajar di Universitas Heidelberg, tapi dengan kemandiriannya, dia menolak dan memilih terus hidup dengan sebagai pengasah lensa. Buku-buku Spinoza banyak yang dilarang sebagai subversif dan setelah diterjemahkan kedalam bahasa asing, buku-buku itu malah termasyhur di luar negeri. Beberapa karyanya yang termasyhur adalah Renati Descartes principiorum Philosophiae (Prinsip filsafat Descartes, 1663), Tractatus de intellectus emendatione (Traktat tentang Perbaikan Pemahaman, 1677), Tractatus Theologico-Politicus (Traktat Politis-Teologis, 1670), dan yang paling penting Ethica More Geometrico Demonstrata (Etika dibuktikan secara geometris, 1677). Karya-karyanya ini menimbulkan reaksi yang keras dari para pendeta pada zamannya dan dengan cara ini Spinoza menjadi salah seorang pendobrak dogmatisme, seperti Bruno. Baru di abad ke-18 dan ke-19 para kritikus sastra seperti Lessing dan Goethe merehabilitasi nama baik spinoza. Schelling seperti nanti masih akan kita lihat juga mengikuti pantheismennya. Spinoza mati dalam kesepian dari hagel muncul tulisan ganjil yang mengomentari kematian spinoza ini : “Dia mati tanggal 21 februari 1677 pada usia 44 tahun setelah lama menderita TBC paru-paru.
Ø  ”More Geomatrico Demonstrata”
Dia menggunakan metode geometris (More Geometrico) dalam filsafatnya misalnya buku ethica kelihatan buku yang serba teknis; ada definisi, axioma, proposisi, bukti, kesimpulan, persis sebuah uraian tentang ilmu ukur. Dia mengandaikan bahwa filsafat dapat mendekati kepastian ilmu-ilmu pasti. Juga diandaikan di sini bahwa alam semesta, termasuk tingkah laku manusia, diatur oleh hukum-hukum yang bersifat obyektif.
Ø  Substansi tak terhingga atau Allah
Spinoza banyak dipengaruhi rasionalisme descartes. Kalau destarces menemukan dasar akhir itu pada cogito, sedangkan spinoza menemukan substansi. Menurut spinoza, pikiran mustahil tanpa konsep substansi. Dengan kata “substansi” dia mendefinisikannya sebagai sesuatu yang ada pada dirinya sendiri dan dipahami melalui dirinya sendiri. Dengan definisi spinoza memahami substansi sebagai suatu kenyataaan yang mandiri tapi terisolasi dari kenyataan-kenyataan lain. Substansi tidak berelasi dengan sesuatu yang lain, dan tidak dihasilakan atau tidak disebabkan oleh sesuatu yang lain( causa sui: penyebab dirinya sendiri) spinoza berpendapat bahwa ada satu dan hanya satu substansi, dan substansi itu adalah Allah. Substansi ini bersifat individual sekaligus menjadi hakikat segala sesuatu yang tampaknya individual.
Dalam hubungannya dengan konsep substansi, spinoza juga merumuskan dua konsep yaitu atribut dan modus dengan atribut dia maksudkan sesuatu yang ditangkap intelek sebagai hakikat substansi. Sedangkan modus adalah hal-hal yang berubah-ubah dalam pada substansi. Menurut spinoza pikiran juga atribut dari substansi tunggal, yaitu Allah. Pikiran, seperti keluasan, juga memiliki modus-modus, misalnya aliran tertentu, imajinasi tertentu, dst.
            Keluasan dan pikiran hanyalah “ atribute”, yang mana dunia hanyalah satu subtansi dengan kedua “atribut” itu. Kita bisa melihat dunia dari “atribut” pikiran dan kita menyebutnya ‘Allah, tapi juga kita bisa melihatnya dari “atribut” keluasan, dan kita menyebutnya ‘alam. Karena itu menurut Spinoza, Allah dan Alam adalah kenyataan tunggal. Spinoza menyebutnya Dues Sive Natura (Allah atau Alam). Pandangan Spinoza ini berbeda dari ajaran agama-agama monoteis yang berpandangan bahwa Allah adalah pencipta alam semesta yang bersifat personal dan memisahkan diri dengan ciptaannya. Baginya Alam yang tampak di hadapan kita itu tak lain dari pada Allah yang menampakkan diri. Jadi, alam semesta ini sacral dan religius. Segalanya ada dalam Allah. Tak ada yang diluar Dia.
Pemecahan Dualisme Jiwa dan Badan
            Menurut Spinoza jiwa dan badan adalah kenyataan tunggal yang sama, yang bisa dipahami dalam ‘atribut’ pikiran atau keluasan. Modifikasi pikiran adalah jiwa, sedangkan setiap modifikasi jiwa adalah modifikasi pada badan. Jiwa dan badan ini satu, sehingga setiap modifikasi pada jiwa adalah modifikasi pada badan juga, berdasarkan anggapan ini, Spinoza memandang setiap peristiwa lahiriah sebagai peristiwa mental sekaligus material. Pandangan ini disebut ’panpsikisme’.
Pengetahuan
            Spinoza mengikuti Plato dalam epistemologinya. Menurutnya ada tiga taraf pengetahuan, yaitu berturut-turut: taraf persepsi indrawi atau imajinasi, taraf refleksi yang mengarah pada prinsip-prinsip dan taraf intuisi. Pendirian rasionalisme Spinoza dapat dijelaskan sebagai berikut. Menurutnya, sebuah idea berhubungan dengan ideatum atau objek dan kesesuaian idea dan ideatum inilah yang disebut kebenaran. Karena monismenya menyarankan bahwa segala idea pasti sesuai dengan ideatum-ideatumnya, tak aka idea yang salah. Untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah Spinoza membedakan dua macam idea, yaitu; idea yang memiliki kebenaran secara intrinsic atau (memada) dan idea yang memiliki kebenaran secara ekstrinsik (kurang memadai). Misalnya, anggapan bahwa matahari adalah bola raksasa yang panas sekali pada pusat tatasurya lebih memadai dari pada anggapan bahwa matahari adalah bola merah kecil. Memadai atau tidaknya idea itu tergantung dari modifikasi badan yang mengamatinya.
Pembebasan dan perhambaan
            Dengan mendekati dunia secara matematis, Spinoza memiliki pandangan bahwa tidak ada kebebasaan, baik di dunia fisik maupun di dunia mental. Keputusan pikiran kita bersesuaian dengan penentuan dengan nafsu badaniah kita, sebab badan dan jiwa itu satu.jadi, disamping mengatasi dualism Cartesian, Spinoza juga masuk pada determinisme dengan menolak kebasaan manusia.
            Spinoza berpendapat bahwa satu-satunya yang bebas dalam arti menentukan dirinya hanyalah Allah. Bebas diartikannya sebagai ‘tidak disebabkan’. Dalam arti inilah manusia tidak bebas, sebab tindakan manusia disebabkan oleh nafsu, yakni emosi. Dia juga menganggap kebebasaan bukanlah kebebasan dari belenggu hubungan sebab akibat, melainkan sebagai kesadaran akan hubungan sebab akibat itu. Orang yang bebas adalah orang yang menaklukan emosi-emosinya, mengubah menjadi kesadaran akan dunia sebab akibat itu. Hanya orang yang bebas dalam arti ini adalah orang yang bahagia.
Pandangan Sosial-Politis
            Dalam filsafat sosialnya, sudah di singgung bahwa pinoza menekankan akan kebebasaan cara berfikir. Bersama para pemikir modern yang lainnya, dia berusaha membuktikan bahwa kitab suci itu tidak menagandung kebenaran yang absolute dan harfiah. Spinoza juga tidak menerima anggapan bahwa orang yahudi adalah bangsa pilihan Yahwe.  Dia menganut kemanusian universal. Baginya tidak ada bangsa yang menjadi anak emas Allah, tak ada agama yang monopoli kebenaran, dan tak ada individu yang tak bisa mengetahui Allah. Dia juga menyutujui pandangan Hobbes dan Machiavelli, bahwa agama harus dikuasai Negara. Di lain pihak, dia juga mengatakan bahwa Negara tidak boleh mendominasi dunia kehidupan pribadi. Dengan gagasan semacam ini, Spinoza menjadi salah seorang tokoh yang merintis konsep hak asasi manusia. 
2. Leibniz
   Riwayat Hidup  
  Gottfried Wilhelm von Leibniz lahir pada 1 juli 1646 di Leipzig, ayahnya seorang profesor, meninggal ketika dia masih kecil. Sejak muda Leibniz suka membaca karya-karya klasik termasuk filsafat skolasik dan puisi-puisi kuno. Kepalanya penuh ide-ide. Pada usia 20 tahun dia sudah meraih gelar doktor. Dia juga pernah menjalin kontak dengan beberapa tokoh penting, Seperti newton,suatu hari dia pernah mengunjungi spinoza di negeri belanda.bersama newton dia menentukan kalkulus
Monadologi
 Berbeda dari spenoza dan descartes yang menyatakan ada satu atau bahkan tiga substansi , leibniz berpendapat ada banyak substansi yang di sebutnya monad (monos=satu;monad =satu unit)ada yang terkecil dalam matematika,yaitu titik. Dalam fisika yang terkecil yaitu atom. Dalam metafisika yang terkecil itu adalah monad. Kata terkecil hendaknya tidak dipahami sebagai ukuran, melainkan sebagai tidak berkeluasan, maka monad itu bukan benda. Monad-monad bukanlah kenyataan jasmani, melainkan kenyataan mental, yang terdiri dari persepsi dan hasrat. Leibniz membayangkan monad sebagai force “primitives”
.dengan kata lain, yang ia maksud sebagai monad adalah kesadaran tertutup, Dalam sebuah pernyataan yang kemudian termsyhur, dia mengatakan sebagai berikut: “monad-monad” tak memiliki jendela tempat sesuatu bisa keluar atau masuk. Karena itu, setiap monad memiliki sudut pandang sendiri dan sudut pandang ini melikiskan kenyatan yang melingkunginya.setiap monad tak lain daripada cermin hidup alam semesta. Penjelasan leibniz bahwa monad=monad sudah cukup diri menimbulkan persolan. Bagaimana aku mengetahui kenyataan diluar diriku?jawaban leibniz adalah sebagai berikut. Setiap monad memiliki sifat-sifatnya yang tak terhingga, sebab setiap monad mencerminkan seluruh alam semesta menurut sudut pandangnya.dengan  kata lain setiap monad mencerminkan monad lainnya. Misalnya, saat aku menyadari selembar daun jatuh di depan ku, kesadaran itu merupakan sebuah keadaan dari monad yang mencermin kan keadaan monad lain yang sama-sama mengindentifikasikan ‘daun’ sedemikian rupa sehingga dari sudut pandang kesadaranku yang kacau, dau itu kusadari dalam keadaan ‘jatuh’
Ada 5 sifat monade sebagai substansi nonmaterial:
1.Abadi atau tidak bisa di hancurkan
2.tidak bisa di bagi
    Artinya monade yang sudah ada tidak bisa di bagi-bagi lagi
3. berdiri sendiri atau tidak bergantung pada yang lain atau tidak tercampur ma monade yang lain.
4. mewujudkan kesatuan yang tertutup atau tidak berjendela sehingga tidak mencerminkan bisa keluar masuk
5. sangup bekerja dengan dirinya sendiri berkat daya aktif,dengan cara mengamati (perseptio) dan menginginkan (apperceptio).Ada tiga tingkatan monade menurut leiniz. Pertama,monade yang hanya memiliki gambaran gelap dengan cara menyusun benda-benda organik.
Kedua,metode yang telah memiliki gambaran terang,yang mehubungkan indrawi dan duniawi.
Ketiga,Metode yang memiliki gambaran yang terang dan kesadaran diri yaitu jiwa mampu mengenal hakikat segala sesuatu yang kemudian mmencoba mendefenisikan apa ada dalam pikirannya hasil pengamatanya sendiri.
Kalau dunia dan kesadaran adalah monad-monad yang terisolasi satu sama lain, bagaimana penjelasan gejala adanya keteraturan dan hubungan timbal balik. Leibniz menjawab bahwa allah pada saat menciptakan mengadakan keselarasan yang ditetapkan sebelumnya  diantara monad-monad.


Allah
Ada dua titik fokus leibniz yaitu monadelogi dan konsep tuhan,leibniz mencoba memberikan penjelasan tentang tuhan,dan dia mempunyai argumen yang kuat untuk membuktikan ada tuhan,leibniz mencoba membuktikan tuhan dengan 4 argumen.
Pertama, dia mengatakan bahwa manusia memiliki ade kesempurnaan, makanya ada Allah terbukti.  ini disebut bukti ontologis. Kedua, dia berpendapat bahwa,adanya alam semesta dan ketidaksempurnaannya membuktikan adanya sesuatu yang melebihi alam semest ini, dan yanhg transeden ini di sebut Allah. Ketiga, dia berpendapat bahwa kita selalu mencari kebenaran yang abadi, tetapi tidak tercapai menunjukan adanya pikiran yang abadi,yaitu Allah. Keempat, leibniz mengatakan bahwa adanaya keselarasan di antara monad-monad membuktikan bahwa pada awal mula ada yang mencocokan meraka satu sama lain,yang mencocokannya itu Allah.[1]
Konsep teodice Leibniz
     Adanya kejahatan yang di izinkan berlangsung oleh yang mahacuci tidak mungkin dapat dimengerti dalam arti sebenarnya. Kita dapat batasi kemungkinan makhluk ciptssn memahami motivasi sang pencipta. Namun adanya kejahatan bukan bearti seakan-akan membuktikan bahwa Allah tidak mungkin ada Yang melakukan kejahatan melainkan manusia. Allah menginzinkan terjadi meskipun Ia menolaknya. Kalau Allah mau menciptakan sesuatu, maka sangat masuk akal bahwa allah menciptakan makhluk yang berakal budi karena hanya makhluk berakal budi yang dapat mengakui anugerah pencipta
Penderiteen mulai dialami manusia sejak ia diberi ekstensi oleh Allah pencipta. Manusia di beri ekstensi dengan dua anasir mendasar, yaitu roh dan materi. Roh bersifat kekal,sdedangkan materi adalah sementara,rapuh,binasa.penderitaan didentik dengan penghancuran. Penderitaan termasuk katagori dan kualifikasi materi. Penderitaan menandai kodrat manusia sebagai barang materi yang dikehendaki untuk binasa.
Mengenai keburukan Leibniz menguraikan tiga jenis keburukan:              
1.      Keburukan metafisis
Keburukan metafisis di sebabkan oleh ketidak sempurnaan belaka. Ketidak sempurnaan ini meliputi ada yang terbatas. Keberadaan tercipta selalu terbatas, dan terbatas artinya tidak sempurna, dan ketidaksempurnaan ini adalah akar dari kemungkinan kekeliruan dan kejahatan.sebagai manusia yang mendapat keberadaan dari Allah, dimanakah kita menemukan sumber keburukan? Hal terdapat dalam idea alam ciptaan,yang sangat jauh sebagaimana ala mini termuat dalam kebenaran-kebenaran abadiyang mana dalam pemahaman Allah secara bebas akan kehendak-Nya. Karena itu mesti dipertimbangkan bahwa,ada “ketidak semopurnaan alamiah dalam ciptaan” sebelum dosa, Karena ciptaan terbatas dalam esensinya.
2.      Keburukan fisis
Keburukan fisis terapat dalam penderitaan dan kesengsaraan. Keburukan fisis merupakan bentuk keburukan alamiah yang terdapat dalam realita-realitas negatif yang ditimpakan alam terhadap manusia, misalnya bencana alam, penyakit dan cacat fisik yang di alami manusia.sebagai makhluk terbatas sekaligus beriman manusia sering mempersalahkan allah dalam menghadapi penderitaan ini. Penderitaan di pandang sebagai kutukan allah atas kesalahan yang di buat manusia, menurnut Leibniz, Allah tidak pantas di persalahkan. Dia adalah Allah yang selalu menghendaki yang terbaik bagi dunia dan manusia.,leibiz juga menulis keberatan akan dibuat tentang allahyang menciptakan manusia sebagi pendosa, allah yang bijaksana tidak mungkin lupa mengamati hukum yang pasti, dan bertindak menurut aturan-aturan, baik menurut fisisk maupun moral, yang bijaksana telah menbuatnya memilih, dengan alasan yang sama, dia telah menciptakan manusia yang tak bersalah, tetapi dapat jatuh, membuat dia menciptakan kembali manusiaitu jatuh.
3.      Keburukan Moral
Keburukan moral Nampak pada dosa. Keburukan moral adalah satu keburukan yang menjadi begitu besar hanya karena ia menjadi sumber keburukan fisis, suatu
Sumber yang ada dalam satu dari sekian banyak kekuatan ciptaan-ciptaan. Tentang hal itu, Leibniz mengatakan:
Penting seklali untuk mempertimbangkan bahwa keburukan moral adalah kejahatan yang begitu besarkarena hanya merupakan sumber kebburukan fisis, suatu sumber yang eksis dalam satu dari sekian banyak kekuatan-kekuatan ciptaan, yang sanggup menjadi sebab dari keburukan .
Keburukan moral ditimpakan kepada manusia seperti perang, ketidakadilan, kekerasan dan penindasan.[2]


      


D.DAFTAR PUSTAKA
1. F. Hardiaman, Budi. Filsafat Modern:Dari Machiavelli sampai Nietzsche. Gramefia Pustaka Utama: jakarta, 2007.
2. Scruton, Roger. Sejarah singkah Filsafat Modern. Pantja simpati: Jakarta, 1986.
3. hhttp/google.com


       [1] F.Hardiman Budi, Filsafat modern: dari Machiavelli sampai Nietzsche,2004, PT.Gramedia Pustaka Utama: jakarta.hal.57-58
[2] http/google.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar